Saturday, January 6, 2018

Hidup Bersama Mertua

Sumber Gambar
Sisipan-sisipan sisi kehidupan di postingan blog itu, sudah biasa. Setiap sisi menarik dan unik diceritakan dengan detail dan selengkap-lengkapnya. Pengalaman tersebut bukan untuk keuntungan komersil. Bukan... 
Namun, untuk membagi pengalaman yang pernah ataupun belum pernah mengalaminya. Dan kemudian saling membagi solusi jika terjadi kesulitan. Yah... begitulah hidup.. 
Kadang ada saatnya bahagia, kadang pula ada saatnya berbagi kesedihan.

Saat ini, yang ingin saya mulai dari kehidupan saya yang baru adalah kehidupan bersama mertua. Mertua alias orang tua dari suami adalah keluarga baru yang harus saya kenal dan pahami. Karena itu merupakan kehidupan baru saat ini. 


Sebelum saya memutuskan untuk menikah, salah satu ketakutan yg saya pikirkan ketika itu adalah saya takut kurang bisa beradaptasi dengan keluarga baru saya nanti a.k.a mertua dan juga adik dari sang calon suami dulu. Dan itu adalah salah satu pertimbangan saya sebelum saya menganggukkan kepala ketika ditanya oleh calon suami saya waktu itu "mau gak menikah dengan saya...?"

Soalnya kenapa? 

Saya termasuk pribadi yang pendiam kalau baru kenal dengan seseorang. Kemudian saya adalah seorang yg kurang bisa memasak, dan bukan termasuk orang yang rapih. Stereotype saya waktu itu memang, kalau sudah menikah, apalagi perempuan itu harus bisa minimal aktivitas memasak, dan bebersih yang lain. 

Namanya juga bungsu.. terkadang seperti itu.. karena kehidupan sebelumnya yang agak dimanja dengan mamak..
Hemmppp... 

Akhirnya, dengan beberapa pertimbangan dan minta petunjuk sama Allah, saya memberanikan diri untuk mengiyakan pertanyaan mas saya dan meniatkan diri untuk menikah..

Setelah beberpa lama menikah, liburan semester pun datang.. dan saya diajak menginap dirumah suami saya. Seketika itu, ketakutan saya sedikit muncul karena jelas! saya akan bertemu dengan mertua saya.

Waktu berlalu beberapa hari.

Setelah beberapa hari saya menginap di sana, ternyata imajinasi dan gambaran saya terhadap mertua saya ternyata 180° berbanding terbalik.

Yang tadinya saya kira galak atau bagaimana ternyata..
Mertua saya sangat baik, halus tutur katanya, dan murah hati
Bahkan yang membuat saya terharu, saya diajari masak oleh mertua saya
Walaupun hasilnya kurang enak, mertua saya tidak pernah marah ataupun menegur saya.


Yaahh... memang.. terkadang..
kita terlalu berlebihan dalam memikirkan sesuatu yang belum jelas kenyataannya.. yang akhirnya membuat kita takut untuk memutuskan..


Guys, jangan takut untuk memilih ya... serahkan semua sama Allah swt. 

5 comments:

  1. Semoga mertuanya selalu baik yaa.. Aamiin
    Eh doaku gitu banget, wkwk

    ReplyDelete
  2. Syukur ya.. dpt mertua yang naik

    ReplyDelete
  3. waaah ketakutan memang sering menghantui untuk beberapa orang yang takut menikah karena mertua galak

    ReplyDelete
  4. semua tidak akan tau jika belu dijalani

    ReplyDelete
  5. Aish,, semoga baik-baik saja smeuanya dan yang ditakutin tidak akan terjadi

    ReplyDelete

Gak usah ragu-ragu buat ninggalin jejak disini, karena gw rasa kita sama-sama satu nasib satu sepenanggungan sebagai manusia paling galau di dunia.. huehuee