Wednesday, April 13, 2016

PASTA GIGI BERDARAH



anggap berdarah
PASTA GIGI BERDARAH
-
Ada Sebuah desa dengan pohon beringin besar, di sebuah tempat duduk yang tidak jauh dari kuburan tetangga. Tinggallah dua orang sosok cantik dan ganteng.
Mereka berjalan menyusuri lorong gelap, dan mereka saling bertemu. Mereka adalah sosok yang sudah dikenal banyak orang. Kedua insan ini duduk duduk di sebuah tempat duduk yang sepi dari penduduk. Dan percakapan tanpa awal dimulai.
-
Tukang dasater: “tenang! Jangan Ge-er ya.. aku ngajak kamu ke sini bukan karena apa – apa loooh!”
Tukang sate: “Cih… emang elu siapa gue, kenal aja enggak!”
Tukang dasater: “Ohhh… begitu ya… selama ini? Siapa coba yang setia nawarin kamu dasater heeh! Aku! Siapa coba yang setia nagih utang kamu? AKU!  Siapa yang sering ngangkatin jemuran elu? AKU! Elu pura-pura kagak kenal gua! Gua jitak lu pake batok kepala .. eh kelapa..!”
-

Tukang sate terdiam dan duduk semakin dalam dengancat yang masih menempel di punggung. Tempat duduk yang mereka duduki ternyata bertuliskan,
“Chair is still wet. Don’t try to eat that!”
-
Biarkanlah mereka berdua bernostalgia kawan, kita lanjutkan percakapan ini.
Dengan raut muka kesal bukan kepalang, tukang dasater mulai merajut kasih dengan rajutannya yang belum selesai, dan kemudian berpaling ke tukang sate. Tukang sate siap-siap dengan membuka telinganya dan cotton but di tangan kirinya. Mereka berdua seakan-akan tengah memainkan sebuah drama romantic layaknya romeo dan suzanna. 
-
Tukang dasater: “Aku baru sadar.”
Tukang sate: “baru sadar? Selama ini kau anggap aku apa!”
-
Duh semakin galau tukang sate, ironi.
-
Tukang dasater: “bukan begitu! Aku baru menyadari kalau kamu..”
-
Tukang sate mendelik tajam-tajam. Dengan cotton but masih tergeletak di samping dirinya.
-
Tukang dasater: “bah! Tak usah kau terlalu mencemaskan.. aku tak akan menagih utang kau hari ini! Mungkin lusa.. aku lanjut ya.. aku tuh baru sadar, selama ini sudah 2 bulanan lebih odol aku belum habis tahu. “
Tukang sate: “terus? Urusannya dengan aku apa lahhh…”
Tukang dasater: “kamu perhatikan deh, kalau kamu beli pasta gigi yang berukuran besar, pasti cepat kali odol itu abis. Tapi kalau kamu ganti odol besarmu dengan odol berukuran kecil, maka kau bakal lama menghabiskannya..”
Tukang sate: “ah… alasan yang logistic. Aku tak percaya! Kau pasti mau ngadalin aku yaa…” 
-
Kuk … kuk… kuk… burung hantu terbang di atas mereka..
-
Tukang dasater: “aku tak main-main, aku sekarang bakal serius sama kamu, bener!” matanya tambah melotot lebih dalam. 
-
Jadi, suasana malam itu giliran tukang dasater dan tukang sate saling pelotot, matanya semakin dalam seperti telor mata sapi. Romantis. 
-
Tukang dasater: “kamu tahu kan? Misteri pasta gigi berdarah? Kata orang-orang tua zaman dahulu. Aku saking cerdasrnya, masih percaya hal itu lohh. Tahu gak!?? Semakin lama kau memakainya, maka odol itu akan semakin habis! Apa itu gak aneh coba??”
Tukang sate: “duh.. burung hantunya semakin indah ya dek..” 
-
Ngelantur kah mereka??
-
Tukang dasater : “apa mungkin ini……” 
Tukang sate : “TAKDIR!”
-
Cotton but terjatuh dan wol semakin menggelinding dalam…

0 comments:

Post a Comment

Gak usah ragu-ragu buat ninggalin jejak disini, karena gw rasa kita sama-sama satu nasib satu sepenanggungan sebagai manusia paling galau di dunia.. huehuee