Tuesday, March 1, 2016

Bukan Maksud Ibu Mengandung

Di suatu malam yang sunyi dan hujan!
Salah satu teman dari jogja berniat untuk mengungsi alias menginap di rumahku untuk beberapa hari. Niatnya beberapa hari! Tapi bilangnya 2 minggu…. :(
.
Pas proses penjemputan terjadi cekcok antar kucing tetangga yang sedang musim kawin. Saat itu malam, dan hujan deras. Tak bela-belain jemput dia yang jarak rumah sama terminal sekitar 1,5 jam! (mampuss!). gak papa juga, dia temenku, bukan pula tukang dasater yang sedang galau.
Berangkat dari rumah sekitar jam 8 walau kemalaman, aku tetap datang menjemputnya… persis kayak adegan romeo and Juliet sedang tenggelam di dasar lautan… 
.
Sebenernya ini bukan sesuatu yang direncanakan. Awalnya, aku bilang ke dia kalau misalkan udah sampai terminal, dia kudu sms ke aku. Bukan malah turun! Ternyata dia salah perhitungan, dia anggap 1 + 1 itu 3, makannya salah perhitungan!
.
Dia akhirnya turun di terminal mandiraja, sedangkan rumahku di bawang.
Jarak antar benua itu sekitar 20 km an apa yaaa… lah segitu, (aku bukan ahli fisika)
Duh mamfus! Aku kudu pieee! Suruh dia pake bus lagi, ya gak bisa .. udah malam, broww,,
Akhirnya aku jemput dia di terminal mandiraja. Aku Tanya ke dia posisinya di mana? Dia njelasinnya di depan gerbang terminal. Oke! Aku melaju kencang ke terminal dengan kecepatan 100 km/jam
 .
tapi BO’OOONgggg… heheh
Ya sekitar 70km/jam, jadi sampai terminal sekitar jam 9 malam lebih dikit. Sampai di gerbang paling barat. Aku telpon!
T :”Kamu dimana????!”
N : “Aku di gerbang!”
T : “ Lah ini aku digerbang eeee”
N : “Aku dipinggiran, iya ini lagi di pinggiran, makanya biar nongol!” (sambil telepon! Dengan muka capek dan belum mandi!)
-
Emang kalau njelasin di pinggiran aku ngerti! Pinggiran luas kaliiiii….
-
T :”Ada alfama*t gak kamu lihat ada alfama*t gak..?!”
N : “haaa???”
T : “Kamu lihat ada alfama*t gak..??!”
N :” alfama*t??? entar.. entar.. entar.. alfama*t?”
T :”Ya aku lagi di terminal mandiraja!”
N : “ Oh itu! Ihh jauh bangettt! Kamu ke depan! Ke depan gangnya! Ini Terminal Mandiraja!”
-
Ke depan??? Ke depan manaaaa???? Ke depan aku ke jalan raya donk… ketabrak kucinggg neng!
-
T : “Lahh iya iki neng ngarep gerbangnyaaa! Endi siii!”
.
Nb. Gerbange ada dua broww, penjelasan yang kurang menyenangkan dari beliau -_-
Aku matikan telponnya dan aku balik ke gerbang yang satu. Dan Aku telpon lagi!
T : “Kamu dimana? Aku di gerbang!”
N : “Aku di pinggir jalan geeehh,.,,”
Duh malam hari aku gak bisa melihat dengan jelas, hanya ada kecoa dan laron berseliweran kesana –kesini membawa mangsa..
T : “Kamu dimananya dari lampu merah??”
-
Di depan gerbang yang satu kan ada lampu bangjo perempatan.
-
N :”Manaaa??? Aku gak pahammm… Pokoknya aku di depan gerbang!”
Lah aku yoo jengkel. Akhire aku nyoba buat pelan-pelan jalan muter balik. Tapi hanya ngeliat kelelawar dua sedang asik berduaan. Dan… Aku IRI…
T : “Kamu liat polsek to, aku di depan situ, tak nge-tem di situ!”
N : “OKEE@!##!#”
.
Aku belok lagi (kayake aku dah bolak balik yang ke empat kalinya, untung gak ada pengamen lewat! Habis recehkuu bahhh).
Aku mencoba menelepon lagi dan menyuruh dia keluar dari sarang persembunyiannya.!
Bah!!!! ^$#&#&*#**# ternyata eh ternyata dia berdiri persis di lampu merah bangjo perempatan!
Busyet dahh!
Aku samperin dia, tak coba buat memarahi dia dengan nada sehalus mungkin, kayak bulu kucing..
-
T :”Ealahhh jeng jeng! Ini kamu toh! Tahu gak! Tempe aja gak tahu! Kamu tuh lagi berdiri di perempatan! Mbok dari tadi bilang , kamu lagi di perempatan terminal! Aku langsung paham kalau begitu!
N :”ehh?? Iya poooww??? heheheheh,,, (sambil ketawa nahan pup…bisa bayangin kan ) Aku gak liattt.. sorry..” 
-
Permintaan maaf yang … 
aku sebenarnya IRI….
GVGE&%@^#^@#&!&*
-
GILA.. aku dah muter-muter terminal dari setengah jam yang lalu. Mencari kamu…  dan ternyataaaaa….
Begitulah, kalau belum jodoh, gak bakalan ketemu, walau kita udah ngode-ngode... wkwkwkw
.
.
Rekaman percakapan asli tanpa rekayasa..
The END
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Gak usah ragu-ragu buat ninggalin jejak disini, karena gw rasa kita sama-sama satu nasib satu sepenanggungan sebagai manusia paling galau di dunia.. huehuee